Bagi sebagian orang, rapor semester genap hanyalah lembaran kertas berisi angka syarat kenaikan kelas. Namun di Pesantren At-Ta'dib, rapor tersebut juga menjadi penanda berakhirnya satu tahun proses pendidikan yang tidak hanya mengukur capaian belajar santri, tetapi juga merekam perjalanan mereka dalam membangun adab, menuntut ilmu, dan membiasakan amal. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Laporan Hasil Capaian Belajar Santri Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, yang dihadiri oleh seluruh orang tua dan wali santri pada Sabtu (27/6) hari ini.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ust. Teuku Lukman Farisi selaku pembawa acara, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana. Sambutan dari perwakilan wali santri baru mengungkap rasa syukur serta apresiasinya kepada pesantren atas pendampingan yang diberikan kepada putra mereka selama satu tahun terakhir.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah penampilan para santri. Mereka mempersembahkan hafalan 57 bait Nadzhom Aqidatul Awam secara estafet dengan penuh percaya diri. Penampilan tersebut dilanjutkan dengan muhadatsah atau percakapan dalam bahasa Arab, yang menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa para santri setelah satu tahun menjalani pembelajaran di lingkungan pesantren.
Dalam arahannya, Pengasuh Pesantren At-Ta'dib, Ust. Ahmad Rofiq Alfaruq, mengingatkan bahwa hari tersebut bukan sekadar pembagian rapor, melainkan penanda selesainya satu tahun perjalanan pendidikan di pesantren.
Beliau mengajak para orang tua agar tidak hanya melihat angka yang tercantum dalam rapor, tetapi juga menghargai perjuangan anak-anak mereka selama tinggal di pesantren. Di balik setiap nilai, terdapat proses belajar, latihan, kegagalan, perbaikan, dan usaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Beliau juga berpesan agar selama masa liburan, para santri tetap menjaga identitasnya sebagai seorang penuntut ilmu. Libur hanyalah berhentinya kegiatan di pesantren, bukan berhentinya adab dan ibadah. Kesempatan berkumpul bersama keluarga diharapkan menjadi ajang untuk menunjukkan perubahan positif yang telah diperoleh selama belajar di At-Ta'dib.
Kepada para orang tua, beliau kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pesantren dan keluarga. Belajar tidak berhenti ketika santri pulang ke rumah. Orang tua diharapkan terus mendampingi, mengawasi, serta mengingatkan anak-anaknya agar tetap menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun di pesantren. Pesan ini dikuatkan dengan firman Allah Swt.:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6).
Sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi para santri selama satu semester, pesantren juga menyerahkan penghargaan kepada santri yang menunjukkan pencapaian terbaik pada berbagai kategori.
Setelah acara resmi ditutup dengan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konsultasi secara personal. Satu per satu orang tua menghadap pengasuh pesantren untuk menerima penjelasan mengenai perkembangan anak mereka, mulai dari aspek adab, akademik, ibadah, hingga berbagai catatan pembinaan selama berada di pesantren. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, mencerminkan komitmen At-Ta'dib dalam membangun sinergi yang erat antara pesantren dan keluarga.
Menutup rangkaian kegiatan, Pengasuh Pesantren At-Ta'dib menyampaikan harapan agar seluruh proses pembelajaran selama satu tahun ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi para santri. Semoga ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, akhlak mereka semakin baik, amal mereka terus bertambah, serta Allah Swt. senantiasa menjaga, memudahkan langkah mereka menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan membawa manfaat bagi umat.
Karena pada akhirnya, rapor hanya akan menjadi selembar kertas tak bermakna jika santri melupakan tujuan pendidikan yang sesungguhnya, yaitu tujuan untuk menjadi pribadi yang 3B: beradab, berilmu, dan beramal.
Dokumentasi acara:


0 Komentar