Dengan mengendarai mobil, perjalanan menuju lokasi berlangsung dengan penuh keceriaan. Setibanya di Pesona 88, para santri langsung disambut dengan suasana wisata yang asri dan beragam pilihan wahana. Tempat ini dikenal sebagai salah satu destinasi rekreasi keluarga di kawasan Curup Selatan, dengan konsep wisata yang memadukan alam terbuka dan hiburan ringan. Salah satu daya tarik uniknya adalah banyak sekali spot berfoto, khususnya beberapa miniatur ikonik yang sering jadi trademark, seperti patung singa yang menyerupai ikon khas Singapura, Monas Jakarta, dsbg.
Kegiatan rihlah pun dimulai. Para santri tampak menikmati setiap momen yang ada. Sebagian mencoba wahana flying fox, meluncur dengan penuh semangat dari ketinggian. Sebagian lainnya bermain di kolam renang yang dilengkapi mini waterboom, menghadirkan suasana ceria penuh tawa. Tidak sedikit pula yang memilih berkeliling menggunakan sepeda santai, menikmati udara segar dan pemandangan sekitar.
Di area danau, wahana ketek (perahu bebek kayuh) menjadi salah satu favorit. Dengan kerja sama dan kekompakan, para santri mengayuh perahu sambil bercanda dan tertawa bersama. Momen ini menjadi gambaran sederhana namun hangat tentang kebersamaan yang terjalin di antara mereka.
Sekitar pukul 11.00 WIB, seluruh rombongan —santri & ustadz— bersiap meninggalkan area wisata. Sebelum kembali ke pesantren, rombongan menyempatkan diri untuk makan siang bersama di luar. Memenuhi permintaan sederhana dari para santri untuk sesekali merasakan suasana makan di luar pondok menjadi momen spesial tersendiri. Sekaligus, pelaksanaan shalat Zhuhur pun dilakukan di luar, mengingat waktu yang tidak memungkinkan untuk kembali tepat waktu ke pesantren.
Perjalanan pun dilanjutkan, hingga akhirnya rombongan tiba kembali di Pesantren At-Ta’dib sekitar pukul 13.00 WIB.
Alhamdulillah, kegiatan rihlah hari ini berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan non-formal yang penting —menyegarkan pikiran, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para santri.
Rihlah bukan sekadar jalan-jalan. Ia adalah bagian dari proses pendidikan: menghadirkan keseimbangan antara belajar, beribadah, dan menikmati indahnya kebersamaan. Insyaallah setelah ini para santri semakin bersemangat dalam berkegiatan. Sampai jumpa lagi pada rihlah berikutnya.
Tinggalkan Komentar
Tulis Komentar